Selasa, 15 September 2015

KATEKISMUS SINGKAT WESTMINSTER

KATEKISMUS SINGKAT WESTMINSTER

1.                  Apa tujuan utama manusia?
Tujuan utama manusia adalah untuk memuliakan Allah (Wahyu 4:11) dan menikmati Dia selamanya (Mazmur 73:25-26).
2.     Pedoman apakah yang diberikan Allah untuk menunjukkan kepada kita bagaimana memuliakan serta memperkenankan Dia?
Firman Allah yang termuat di dalam Alkitab Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru (2 Timotius 3:16), merupakan satu-satunya pedoman pembimbing kita dalam memuliakan serta memperkenankan Allah (wahyu 22:18-19).
3.                 Apa yang terutama di ajarkan oleh Alkitab?
Alkitab terutama mengajarkan apa yang seharusnya dipercayai manusia mengenai Allah (Yohanes 20:30-31), dan kewajiban apa yang dituntut Allah kepada manusia (Mikha 6:8).
4.                Apakah Allah itu?
Allah adalah Roh (Yohanes 4:24), yang tidak terbatas, kekal (Mazmur 90:2), dan tidak berubah (Maleakhi 3:6), dalam keberadaan-Nya, hikmat-Nya, kuasa-Nya, kekudusan-Nya, keadilan-Nya, kebaikan-Nya, dan kebenaran-Nya (Keluaran 3:14; Mazmur 147:5; Wahyu 4:8; Wahyu 15:4; Keluaran 34:6-7).
5.                Apakah ada lebih dari satu Allah?
Hanya ada satu Allah (1 Korintus 8:4), yang hidup dan yang sejati.
6.                Ada berapa pribadi dalam ke-Allah-an?
Ada tiga pribadi dalam ke-Allah-an: Allah Bapa, Allah Anak, dan Allah Roh Kudus (Matius 28:19), dan ketiganya adalah Allah yang esa, yang sama dalam substansi dan setara dalam kuasa dan kemuliaan-Nya (2 Korintus 13:13).
7.                 Apakah ketetapan-ketetapan (dekrit) Allah itu?
Ketetapan-ketetapan Allah adalah maksudnya yang kekal yang sesuai dengan keputusan kehendak-Nya sendiri, Dia telah menentukan sebelumnya setiap hal yang akan terjadi (Efesus 1:4,11).
8.                 Bagaimana Allah melaksanakan ketetapan-Nya?
Allah melaksanakan ketetapan-Nya dalam karya penciptaan serta providensi-Nya.
9.                Apakah yang dimaksud dengan karya penciptaan?
Karya penciptaan adalah tidakan Allah yang menjadikan segala sesuatu dari yang tidak ada menjadi ada (Kejadian 1:1), dengan kuasa Firman-Nya (Ibrani 11:3), dalam waktu enam hari, dan semuanya sungguh amat baik (Kejadian1: 31).
10.            Bagaimana Allah menciptakan manusia?
Allah menciptakan manusia laki-laki dan perempuan, menurut gambar-Nya (Kejadian 1:27), dalam pengetahuan, kebenaran, dan kekudusan (Kolose 3:10; Efesus 4:24), untuk berkuasa atas ciptaan-ciptaan lainnya (Kejadian 1:28).
11.               Apakah yang dimaksud dengan karya providensi Allah?
Karya Providensi Allah adalah tindakan Allah yang mahakudus (Mazmur 145:17), mahabijaksana (Yesaya 28:29), maha kuasa dalam memelihara dan memerintah (Mazmur 103:19) segenap ciptaan-Nya beserta segala tindakan mereka (Matius 10:29).
12.             Tindakan providensi khusus apakah yang Allah buat terhadap manusia di dalam kondisi mereka sebagaimana mereka diciptakan-Nya?
Ketika Allah telah menciptakan manusia, Ia mengadakan suatu kovenan (perjanjian) kehidupan dengannya, dengan syarat ia harus taat sepenuhnya kepada Allah (Roma 10:5); Allah melarangnya memakan buah dari pohon pengetahuan yang baik dan yang jahat, dengan ancaman hukuman mati (Kejadian 2:17).
13.              Apakah orangtua pertama kita tetap berada dalam kondisi sebagaimana mereka diciptakan?
Orangtua pertama kita, yang dibiarkan mengikuti kehendak bebas mereka, terjatuh dari kondisi sebagaimana mereka diciptakan, dengan berdosa terhadap Allah (Kejadian 3:6; Pengkhotbah 7:29).
14.             Apakah dosa itu?
Dosa ialah segala sesuatu yang tidak sesuai dengan, ataupun pelanggaran terhadap hokum Allah (1 Yohanes 3:4).
15.             Dosa apakah yang telah dilakukan orangtua pertama kita sehingga mereka terjatuh dari kondisi sebagaimana mereka diciptakan?
Dosa yang menyebabkan orangtua pertama kita terjatuh dalam kondisi sebagaimana mereka diciptakan adalah memakan buah terlarang itu (Kejadian 3:6).
16.             Apakah seluruh umat manusia ikut terjatuh di dalam pelanggaran Adam yang pertama?
Kovenan yang diadakan dengan Adam itu tidak hanya bagi dirinya sendiri, namun juga bagi keturunannya (Roma 5:12), sehingga seluruh umat manusia, yang menhadi keturunannya, melalui kelahiran biasa, semuanya telah berdosa di dalam, dan jatuh bersamanya, dalam pelanggarannya yang pertama (Roma 5:19, 12-21).
17.              Ke dalam kondisi apakah kejatuhan itu membawa umat manusia?
Kejatuhan itu membawa manusia jatuh ke dalam kodisi dosa dan penderitaan (Roma 3:23; 3:16).
18.              Terdiri dari apakah keberdosaan dari kondisi berdosa yang ke dalamnya manusia telah jatuh?
Keberdosaan dari kondisi berdosa, ke dalamnya manusia telah jatuh, terdiri dari kesalahan dosa pertama Adam (Roma 5:19), hilangnya kebenaran asali (Roma 3:10), dan tercemarnya seluruh naturnya, hal ini biasanya disebut dosa asal (Kejadian 6:5), bersama dengan ini ialah semua pelanggaran actual yang ditimbulkan olehnya (Matius 15:19).
19.             Apa Penderitaan dari kondisi kejatuhan manusia?
Seluruh umat manusia, akibat kejatuhan mereka, telah kehilangan persekutuan dengan Allah (Kejadian3:24), telah berada di bawah murka serta kutukan-Nya (Galatia 3:10), sehingga menjadikan mereka harus mengalami berbagai penderitaan di dunia (Ratapan 3:39), mengalami kematian (Roma 6:23), dan mengalami siksaan kekal di neraka untuk selama-lamanya (Matius 25:41).
20.           Apakah Allah membiarkan seluruh manusia binasa dalam dosa dan penderitaan?
Allah semata-mata berdasarkan perkenananNya sejak dari kekekalan, telah memilih sebagian orang untuk menerima hidup yang kekal (Efesus 1:4), memasuki suatu kovenan anugerah, untuk melepaskan mereka dari kondisi dosa dan penderitaan, dan untuk membawa mereka ke dalam kondisi keselamatan oleh sang penebus (Roma 3:21-22).
21.             Siapa yang menjadi penebus umat pilihan Allah?
Satu-satunya penebus umat pilihan Allah hanyalah Tuhan Yesus Kristus (1 Timotius 2:5), yang adalah anak Allah yang kekal, yang telah menjadi manusia (Yohanes 1:14), dan demikian terus sebagai manusia dan Allah dalam dua natur yang berbeda, dan dalam satu pribadi (Roma 9:5), untuk selama-lamanya (Ibrani 7:24).
22.            Bagaimanakah Kristus yang adalah anak Allah, menjadi manusia?
Kristus, Anak Allah menjadi manusia dengan mengambil bagi diri-Nya suatu tubuh yang sejati (Ibrani 2:14), serta satu jiwa yang berakal budi (Matius 26:38), yang dikandung oleh Roh Kudus, di dalam rahim anak dara Maria, serta dilahirkan olehnya (Lukas i:31, 35), namun tanpa dosa (Ibrani 7:26).
23.            Jabatan apakah yang dilaksanakan Yesus Kristus sebagai penebus kita?
Kristus sebagai Penebus kita, melaksanakan jabatan nabi (Kisah Para rasul 3:22), imam (Ibrani 5:6), dan raja (Mazmur 2:6), baik dalam keadaan perendahan-Nya maupun pemuliaan-Nya.
24.           Bagaimana Kristus melaksanakan jabatan-Nya sebagai seorang nabi?
Kristus melaksanakan jabatan sebagai seorang nabi, dengan menyatakan kepada kita (Yohanes 1:18), melalui firman dan roh-Nya (1 Korisntus 2:13), kehendak Allah bagi keselamatan kita (2 Timotius 3:15).
25.            Bagaimana Kristus melaksanakan jabatan-Nya sebagai imam?
Kristus melaksanakan jabatan-Nya sebagai iamam, dengan mempersembahkan diri-Nya sendiri {cukup hanya} satu kali sebagai korban yang memuaskan keadilan ilahi (Ibrani 8:1; 9:28), dan mendamaikan kita dengan Allah (Ibrani 2:17), dan terus menerus menjadi pengantara bagi kita (Ibrani 7:25).
26.           Bagaimana Kristus melaksanakan jabatannya sebagai raja?
Kristus melaksanakan jabatan-Nya sebagai raja, dengan menaklukkan kita kepada diri-Nya (Mazmur 110:3), memerintah serta melindungi kita (Yesaya 33:2; 32:1-2), dan mengekang serta menaklukkan semua musuh-Nya di bawah kaki-Nya (1 korintus 15:25).
27.            Mencakup apasajakah kerendahan Kristus?
Perendahan Kristus mencakup hal-hal sebagai berikut; Dia dilahirkan, bahkan dalam keadaan yang hina (Lukas 2:7), tunduk kepada hukum taurat (Galatia 4:4), mengalami penderitaan hidup (Yesaya 53:3), murka Allah (Matius 27:46), dan kematian terkutuk di atas kayu salib (Filipi 2:8), dikuburkan (1 Korintus 15: 4), dan berada di bawah kuasa maut untuk sesaat lamanya (1 Korintus 15:4).
28.            Mencakup apa sajakah pemuliaan Kristus?
Pemuliaan Kristus mencakup: kebangkitan-Nya dari kematian pada hari ketiga (1 Korintus 15:4), kenaikan-Nya ke sorga (Kisah Para rasul 1:9), duduk di sebelah kanan Allah Bapa (Efesus 1:20), dan kedatangan-Nya untuk menghakimi dunia ini pada akhir zaman (Kisah Para Rasul 17:31).
29.           Bagaimanakah kita dijadikan berbagian dalam penebusan yang dibayar lunas oleh Kristus?
Kita dijadikan berbagian dalam penebusan yang telah di bayar lunas oleh Kristus melalui pengaplikasian efektif penebusan itu oleh Roh kudus-Nya (Titus 3:5) kepada kita (Yohanes 1:12).
30.           Bagaimanakah Roh Kudus menerapkan kepada kita penebusan yang telah di bayar lunas oleh Kristus itu?
Roh Kudus menerapkan kepada kita penebusan yang dibayar lunas oleh Kristus (Yohanes 6:63), dengan mengerjakan iman di dalam kita (Efesus 2:8) dan dengan jalan demikian mempersatukan kita dengan Kristus dalam panggilan efektif kepada kita (1 Korintus 1:9).
31.              Apakah yang dimaksud dengan panggilan efektif itu?
Panggilan efektif adalah karya Roh Kudus (2 Timotius 1:8-9), yang dengannya Dia meyakinkan kita akan dosa serta penderitaan yang ditimbulkannya (Kisah Para Rasul 2:37), mencerahkan akal budi kita dalam pengenalan akan Kristus (Kisah Para Rasul 26:18), dan memperbaharui kehendak kita (Yehezkiel 11:19), ia meyakinkan seta memampukan kita untuk menerima Yesus Kristus yang ditawarkan secara cuma-cuma kepada kita di dalam injil (Yohanes 6:44).
32.            Manfaat apakah yang menjadi bagian dari mereka yang dipanggil secara efektif dalam kehidupan ini?
Mereka yang dipanggil secara efektif, dalam kehidupan ini akan berbagian dalam pembenaran (Roma 8:30), adopsi (Efesus 1:5), dan pengudusan, sera sejumlah manfaat yang mengiringi ataupun mengalir dari manfaat-manfaat yang disebutkan di atas (1 Korintus 1:30).
33.             Apakah yang dimaksud dengan pembenaran?
Pembenarana adalah satau tindakan anugerah Allah secara cuma-cuma, yang dengannya Ia mengampuni semua dosa kita (Efesus 1:7), dan menerima kita sebagai orang-orang yang benar dalam pandangan-Nya (2 Korintus 5:21), semata-mata karena kebenaran yang diamputasikan (diperhitungkan) atas kita, dan yang diterima hanya melalui iman (Roma 5:19; Galatia 2:16).
34.            Apa yang dimaksud dengan adopsi?
Adopsi adalah suatu tindakan anugerah Allah secara cuma- cuma (1 Yohanes 3:1), yang melaluinya kita diterima menjadi anak-anak-Nya, dan memiliki segala hak dan privilese sebagai anak-anak Allah (Yohanes 1:12; Roma 8:17).
35.            Apa yang dimaksud dengan pengudusan?
Pengudusan adalah adalah suatu tindakan anugerah Allah secara cuma- Cuma (2 Tesalonika 2:13), yang dengannya kita diperbaharui dengan seluruh keberadaan kita menurut gambar Allah (Efesus 4:23-24), dan semakin dimampukan untuk mati terhadap dosa, hidup bagi kebenaran (Roma 6:4, 6).
36.            Manfaat-manfaat apa yang dalam kehidupan ini menyertai atau berasal dari pembenaran, adopsi dan pengudusan?
Manfaat-manfaat yang dalam kehidupan ini menyertai atau berasal dari pembenaran, adopsi dan pengudusan adalah jaminan akan kasih Allah (Roma 5:1-2,5),  bertumbuh dalam anugerah (Amsal 4:18), dan ketekunan di dalamnya sampai pada kesudahnnya (2 Petrus 1:10).
37.             Manfaat-manfaat apakah yang diterima oleh orang percaya dari Kristus pada waku kematiannya?
Pada waktu kematiannya, jiwa orang percaya akan disempurnakan dalam kekudusan (Ibrani 12:23), dan akan segera masuk ke dalam kemuliaan (Lukas 23:43), dan tubuh mereka sementara  tetap dipersatukan dengan Kristus (1 Tesalonika 4:14), akan tetap tinggal di dalam kubur sampai hari kebangkitan(Yesaya 57:2; Yohanes 5:28-29).
38.             Manfaat apakah yang diterima oleh orang percaya dari Kristus pada saat kebangkitan?
Pada saat kebangkitan, orang percaya yang dibangkitkan dalam kemuliaan (Yohanes 5:28-29) akan diakui dan dibebaskan dari segala tuduhan di hadapan semua orang  pada hari penghakiman (Matius 10:23; Matius 25:23), dan akan diberikan kebahagiaan yang sempurna dalam menikmati Allah (1 Yohanes 3:2; 1 Korintus 13:12) secara penuh dalam kekekalan (1 Tesalonika 4:17).
39.            Kewajiban apa yang dituntut Allah dari manusia?
Kewajiban yang dituntut Allah dari manusia adalah ketaatan kepada kehendak-Nya yang dinyatakan (Mikha 6:8)
40.          Apakah yang pertama kali Allah nyatakan kepada manusia untuk menjadi kaidah bagi ketaatannya?
Yang pertama kali Allah nyatakan  kepada manusia untuk menjadi kaidah bagi ketaatannya adalah hukum moral (Roma 2:14-15)
41.             Di manakah hukum moral terungkap secara ringkas?
Hukum moral terangkum secara ringkas dalam sepuluh perintah (Keluaran 31:18)
42.           Apa inti dari sepuluh perintah?
Inti dari sepuluh perintah adalah mengasihi Tuhan, Allah kita dengan segenap hati kita, dengan segenap jiwa kita, dengan segenap kekuatan kita, dengan segenap akal budi kita, dan mengasihi sesama kita seperti diri kita sendiri (Matius 22:37-40).
43.            Apa bunyi kalimat pembukaan dari sepuluh perintah?
Kalimat pembukaan dari sepuluh perintah berbunyi: Akulah Tuhan Alllahmu yang membawa engkau keluar dari Tanah Mesir, dari tempat perbudakan (Keluaran 20:2).
44.           Apa yang diajarkan oleh kalimat pembukaan dari sepuluh perintah kepada kita?
Kalimat pembukaan dari sepuluh perintah mengajarkan kita bahwa Allah adalah Tuhan, Allah kita, penebus kita, maka kita harus melakukan semua perintah-Nya (Yosua 24:18; 1 Korintus 6:20).
45.           Apa bunyi perintah pertama?
Perintah pertama berbunyi, “Jangan aada padamu Allah lain di hadapan-Ku” (Keluaran 20:3).
46.           Apa yang dituntut dalam perintah pertama?
Perintah pertama menuntut kita untuk mengenal (1 Tawarikh 28:9) dan mengakui bahwa Allah adalah satu-satunya Allah yang benar, bahwa Ia adalah Allah kita (Ulangan 26:17), dan untuk menyembah dan memuliakan Dia seturut dengan hal itu (Matius 4:10).
47.            Apa yang dilarang dalam perintah pertama?
Perintah pertama melarang penyangkalan terhadap Allah (Mazmur 14:1), atau tidak menyembah dan memuliakann Allah yang benar sebagai Allah (Roma 1:21), dan sebagai Allah kita (Mazmur 81:12), dan melarang kita untuk memberikan penyembahan dan kemuliaan yang menjadi hak Allah itu kepada yang lain (Roma 1:25).
48.            Apa yang secara khusus diajarkan kepada kita melalui kata-kata-kata “di hadapan-Ku” dalam perintah pertama?
Kata-kata “di hadapan-Ku” dalam perintang pertama mengajarkan kita bahwa Allah, yang melihat segala sesuatu (Ibrani 4:13), memperhatikan dan sangat tidak berkenan dengan dosa memiliki “allah” lain apapun Ulangan 32:16 ().
49.           Apa bunyi perintah kedua?
Perintah kedua berbunyi, “jangan membuat bagimu patung yang menyerupai apapun yang ada di langit di atas, atau yang ada di bumi di bawah, atau yang ada di dalam air  di bawah bumi. Jangan sujud menyembah kepadanya atau beribadah kepadanya, sebab Aku Tuhan Allahmu adalah Allah yang cemburu, yang membalaskan kesalahan bapa kepada anak-anaknya, kepada keturunan yang ketiga dan keempat dari orang-orang yang membenci Aku, tetapi Aku menunjukkan kasih setia kepada beribu-ribu orang, yaitu mereka yang mengasihi Aku dan berpegang pada perintah-perintah-Ku” (Keluaran 20:4-6).
50.           Apa yang dituntut dalam perintah kedua?
Perintah kedua menuntut kita agar menerima, menaati (Matius 28:20), dan memelihara kemurnian dan keutuhan dari ibadah dan pranata agamawi, seperti yang telah Allah tetapkan di dalam Firman-Nya (Ulangan 12:32).
51.             Apa yang dilarang dalam perintah kedua?
Perintah kedua melarang kita menyembah Allah dengan memakai patung atau gambar (Ulangan 4:15-16), atau menyembah dengan cara lain apa pun  yang tidak ditetapkan Allah dalam Firman-Nya (Ulangan 12:32).
52.            Alasan apa yang dicantumkan dalam perintah kedua?
Alasan yang dicantumkan dalam perintah kedua adalah kedaulatan Allah atas kita (Mazmur 95:6), hak kepemilikan-Nya atas kita (Mazmur 45:12), dan keseriusan-Nya untuk disembah dengan cara yang benar (Keluaran 34:13-14).
53.            Apa bunyi perintah ketiga?
Perintah ketiga berbunyi, “Jangan menyebut nama Tuhan, Allahmu, dengan sembarangan, sebab Tuhan akan memandang bersalah orang yang menyebut nama-Nya dengan semabarangan.”
54.           Apa yang dituntut dalam perintah ketiga?
Perintah ketiga menuntut kita untuk memakai nama (mazmur 29:2), gelar (Mazmur 68:5), atribut (Wahyu 15:4), ketetapan, firman (Mazmur 138:2), dan karya (Ayub 36:24)  Allah dengan kudus dan penuh hormat.
55.            Apa yang dilarang dalam perintah ketiga?
Perintah ketiga melarang semua pencemaran atau penyalahgunaan terhadap hal apapun yang allah gunakan untuk memperkenalkan diri (Maleakhi 1:6,7; 3:14).
56.           Alasan apa yang dicantumkan dalam perintah ketiga?
Alasan yang dicantumkan adalah bagaimanapun pelanggaran perintah ini bisa luput dari hukuman manusia, namun Tuhan Allah kita, tidak akan membiarkan mereka lolos dari penghakiman-Nya yang benar dan adil (Ulangan 28:58-59).
57.            Apa bunyi perintah keempat?
Perintah keempat berbunyi, “Ingatlah dan kuduskanlah hari sabat; enam hari lamanya engkau akan bekerja dan melakukan segala pekerjaanmu, tetapi hari ketujuh adalah hari sabat Tuhan, Allahmu; maka jangan melakukan sesuatu pekeerjaan, engkau atau anakmu laku-laki, atau anakmu perempuan, atau hambamu laki-laki, atau hambamu perempuan, atau hewanmu atau orang asing yang ditempat kediamanmu. Sebab enam hari lamanya Tuhan menjadikan langit dan bumi, laut dan segala isinya, dan Ia berhenti pada hari ketujuh; itulah sebabnya Tuhan memberkati hari sabat dan menguduskannya.”
58.            Apa yang dituntut dalam perintah keempat?
Perintah keempat menuntut dikuduskannya bagi Allah waktu-waktu sebagaimana yang telai Ia tetapkan di dalam Fiman-Nya, yaitu satu hari penuh di dalam tujuh hari, sebagai hari sabat yang dikuduskan bagi diri-Nya (keluaran 20:8-11).
59.             Hari manakah dari ketujuh hari, yang telah ditetapkan sebagai hari sabat?
Dalam permulaan penciptaan dunia hingga kebangkitan Kristus, Allah telah menetapkan hari ketujuh sebgai hari sabat (kejadian 2:2-3); dan sejak kebangkitan Kristus hingga akhir zaman, hari pertama dari seminggu adalah sebagai hari sabat Kristen (1 Korintus 16:2; Kisah para rasul 20:7).
60.            Dengan cara bagaimanakah hari sabat harus dikuduskan?
Hari sabat dikuduskan dengan istirahat yang kudus sepanjang hari itu, yaitu dengan menghentikan berbagai pekerjaan dan reaksi duniawi yang boleh dilakukan pada hari-hari lain (Imamat 23:3); dengan menghabiskan seluruh waktu untuk melakukan ibadah secara bersama-sama maupun secara pribadi (Keluaran 16:25-28; Nehemia 13:15-22), kecuali keterlibatan dalam pekerjaan-pekerjaan yang merupakan keharusan, dan yang menyatakan kemurahan (Matius 12:1-13).
61.              Apakah yang dilarang oleh perintah keempat?
Perintah keempat melarang kita mengabaikan atau melaksanakan secara sembarangan berbagai kewajibhan yang dituntut dari kita (Matius 1:13), mencemarkan hari Tuhan dengan malas-malasan, atau dengan melakukan hal-hal yang berdosa (Yehezkiel 23:38), atau dengan pikiran-pikiran, kata-kata, atau pekerjaan-pekerjaan yag tidak penting, berkenaan dengan pekerjaan atau rekreasi kita (Yesaya 58:13).
62.             Apakah alasan bagi perintah keempat ini?
Alasan yang diberikan dalam perintah keempat adalah, Allah sudah memberikan kepada kita enam hari dalam seminggu untuk melakukan pekerjaan kita sendiri (Keluaran 31:15-16), Ia menuntut hari ketujug sebagai milik-Nya yang khusus (Imamat 23:3), Ia memberikan teladan-Nya (keluaran 31:17), dan memberkati hari sabat tersebut (Kejadian 2:3).
63.             Apa bunyi perintah kelima?
Perintah kelima berbunyi, “Horma0tilah ayahmu dan ibumu, supaya lanjut umurmu di tanah yang diberikan Tuhan, Allahmu, kepadamu.”
64.            Apakah yang dituntut dalam perintah kelima?
Perintah kelima menuntut kita memelihara sikap hormat, dan menunaikan kewajiban terhadap setiap orang, menurut kedudukan dan relasi mereka dengan kita, baik sebagai atasan (Efesus 5:22; Efesus 6:1;roma 13:1), bawahan (Efesus 6:9), ataupun yang sederajat dengan kita (Roma 12:10).
65.             Apakah yang dilarang dalam perintah kelima?
Perintah kelima melarang kita melalaikan atau melakukan apapun yang bertentangan dengan sikap menyatakan hormat dan kewajiban yang harus kita berikan kepada setiap orang, menurut kedudukan dan relasi kita dengan mereka (Roma 13:7).
66.            Apakah alasan yang dicantumkan dalam perintah kelima?
Alasan yang dicantumkan dalam perintah kelima adalah janji umur panjang dan kemakmuran (sejauh hal itu demi melayani kemuliaan Allah dam kebaikan mereka sendiri) bagi semua orang yang menjalankan perintah ini (Efesus 6:2).
67.             Apa bunyi perintah keenam?
Perintah keenam berbunyi, “Jangan membunuh!”(Keluaran 20:13)
68.             Apa yang dituntut dalam perintah keenam?
Perintah keenam menuntut kita untuk melakukan segala usaha yang dibenarkan untuk memelihara kehidupan kita (Efesus 5:28-29) dan kehidupan orang lain (Mazmur 82:3-4).
69.            Apa yang dilarang dalam perintah keenam?
Perintah keenam melarang kita untuk mengambil nyawa kita sendiri (Kisah Para Rasul 16:28) ataupun nyawa sesame kita secara tidak adil (Kejadian 9:6), atau melakukan perbuatan apapun yang mempunyai kecenderungan demikian (Amsal 24:11-12).
70.            Bagaimanakah bunyi perintah ketujuh?
Perintah ketujuh berbunyi, “Jangan berzinah!” (Keluaran 20:14)
71.               Apakah yang dituntut dalam perintah ketujuh?
Perintah ketujuh menuntut agar kita memelihara kesucian diri kita sendiri (2 Timotius 2:22) dan sesama kita (1 Petrus 3:2), baik dalam hati (Matius 5:28), perkataan (Kolose 4:6), dan tingkah laku (1 Petrus 3:2).
72.             Apakah yang dilarng dalam peritah ketujuh?
Perintah ketujuh melarang semua pemikiran (matius 5:28), perkataan (Efesus 5:4) dan perbuatan (Efesus 5:3)  yang tidak suci.
73.             Apakah bunyi perintah ke delapan?
Perintah kedelapan berbunyi, “Jangan mencuri!.
74.            Apa yang dituntut dalam perintah kedelapan?
Perintah kedelapan menuntut kita melakukan dengan cara yang dibenarkan dalam memperoleh dan memajukan kekayaan dan milik lahiriah kita (Roma 12:17; Amsal 27:23) dan orang lain (Imamat 25:35; Filipi 2:4).
75.            Apa yang dilarang dalam perintah kedelapan?
Perintah kedelapan melarang perbuatan apapun yang merampas atau secara tidak adil dapat mengganggu kekayaan  atau hak milik lahiriah kita (1 Timotius 5:8) ataupun sesame kita (Efesus 4:28).
76.            Apa bunyi perintah kesembilan?
Perintah kesembilan berbunyi, “Jangan mengucapkan saksi dusta tentang sesamamu!”(Keluaran 20:16)
77.             Apa yang dituntut dalam perintah kesembilan?
Perintah kesembilan menuntut kita untuk memelihara dan memajukan kebenaran di antara sesama manusia (Zakaria 8:16), serta nama baik kita sendiri (1 Petrus 3:16) maupun nama baik sesama kita (3 Yohanes 12), khususnya dalam memberikan kesaksian (Amsal 14:5).
78.             Apa yang dilarang dalam perintah kesembilan?
Perintah kesembilan melarang segala sesuatu yang merupakan kebenaran (Roma 3:13), merusak nama baik kita sendiri (Ayub 27:5) ataupun nama baik sesama kita (Mazmur 15:3)..
79.            Apakahkah bunyi perintah kesepuluh?
Perintah kesepuluh berbunyi, “Jangan mengingini rumah sesamamu; jangan mengingini isterinya, atau hambanya laki-laki, atau hambanya perempuan, atau lembunya atau keledainya, atau apapun yang dipunyai sesamamu!” (Keluaran 20:17)
80.           Apakah yang dituntut dalam perintah kesepuluh?
Perintah kesepuluh menuntut agar kita puas sepenuhnya dengan kondisi kita (Ibrani 13:5), serta memiliki sikap yang benar dan penuh kasih terhadap sesama kita, dan segala milik kepunyaannya (Roma 12:15; 1 Korintus 10:24).
81.              Apakah yang dilarang dalam perintah kesepuluh?
Perintah kesepuluh melarang ketidakpuasan atas apa yang kita miliki (1 Korintus 10:10), iri hati atau kesal atas kebaikan yang dialami sesama kita (Yakobus 3:16) dan semua dorongan hati serta perasaan yang tidak pantas terhadap apa yang dimilikinya (1 Petrus 2:1).
82.            Adakah orang yang sanggup menjalankan perintah-perintah Allah dengan sempurna?
Sejak kejatuhan manusia ke dalam dosa, tidak ada manusia biasa yang mampu secara sempurna menjalankan perintah-perintah Allah dalam kehidupan ini (Keluaran 20:13;Pengkhotbah 7:20), sebaliknya setiap hari manusia melanggarnya dalam pikirannya (Kejadian 8:21), perkataan (Yakobus 3:8), dan perbuatan (Yakobus 3:2) mereka.
83.             Apakah semua pelanggaran hokum sama kejinya?
Sebagian dosa, pada dirinya, dan oleh karena adanya factor-farktor yang memberatkan, lebih keji dalam pandangan Allah dibandingkan dengan dosa yang lain (Yohanes 19:11).
84.            Apakah yang patut diterima oleh setiap dosa?
Setiap dosa patut menerima murka dan kutuk Allah, baik dalam kehidu[an sekarang ini, maupun dalam kehidupan yang akan datang (Galatia 3:10; Matius 25:41).
85.            Apakah yang dituntut Allah dari kita, agar kita boleh dilepaskan dari murka dan kutuk-Nya yang layak menimpa kita karena dosa?
Agar terlepas dari murka dan kutuk Allah yang layak menimpa kita karena dosa, Allah menuntut dari kita iman dalam Yesus Kristus, pertobatan yang memimpin kepada kehidupan (Kisah para rasul 20:21), dan dengan tekun memakai semua sarana eksternal yang Kristus pakai untuk mengkomunikasikan berkat-berkat penebusan-Nya kepada kita (2 Petrus 1:10).
86.            Apakah yang dimaksud dengan iman di dalam Yesus Kristus?
Iman di dalam Yesus Kristus adalah anugerah yang menyelamatkan (Efesus 2:8), yang dengannya kita menerima Dia dan bersandar hanya kepada-Nya untuk keselamatan ketika Ia ditawarkan kepada kita di dalam injil (Yohanes 1:12; Galatia 2:16)..
87.             Apakah yang dimaksud dengan pertobatan yang memimpin kepada hidup?
Pertobatan yang memimpin kepada hidup adalah anugerah yang menyelamatkan (Kisah Para Rasul 11:18), yang dengannya seorang berdosa, oleh suatu kesadaran akan dosanya, dan pemahaman akan belas kasihan Allah di dalam Kristus  (Kisah Para Rasul 2:37-38), dengan kesedihan dan kebencian yang sungguh-sungguh terhadap dosa, berpaling dari dosa lkepada Allah (Yehezkiel 36:31) dan dengan ketetapan hati, serta usaha yang sungguh-sungguh untuk mencapai ketaatan yang baru (2 Korintus 7:11).
88.             Apakah sarana-sarana lahiriah yang Kristus pakai untuk mengomunikasikan kepada kita berkat-berkat penebusan-Nya?
Sarana-sarana lahiriah dan biasa, yang Kristus pakai untuk mengomunikasikan berkat-berkat penebusan-Nya kepada kita adalah ketetapan-ketetapan-Nya (Matius 28:20), khususnya Firman, sakramen, dan doa (Kisah Para Rasul 2:42, semuanya itu harus dijadikan efektif bagi keselamatan umat pilihan-Nya (1 Korintus 3:6).
89.            Bagaimanakah Firman menjadi Sarana Keselamatan yang efektif?
Roh Kudus menjadikan pembacaan firman, dan khususnya pemberitaannya, sebagai sarana yang efektif untuk meyakinkan dan mempertobatkan orang-orang berdosa (Mazmur 19:8), dan untuk menumbuhkan mereka dalam kekudusan dan penghiburan (Kisah Para Rasul 20:32), melalui iman yang membawa kepada keselamatan (Roma 1:16).
90.          Bagaimanakah firman seharusnya dibaca dan didengaar, agar dapat menjadi sarana yang efektif bagi keselamatan?
Agar firman dapat menjadi sarana yang efektif bagi keselamatan, kita harus memperhatikannya dengan tekun (Amsal 8:34), kesiapan hati (1 Petrus 2:2), dan doa (Mazmur 119:18), menerima dengan imanIbrani 4:2) dan kasih2 Tesalonika 2:10), menyimpannya dalam hati (Mazmur 119:11), dan melakukan dalam hidup kita (Yakobus 1:25).
91.             Bagaimanakah sakramen dapat menjadi sarana keselamatan yang efektif?
Sakramen menjadi sarana yang efektif, bukan karena adanya kuasa khusus di dalamnya, ataupun dalam diri orang yang melayankannya (1 Korintus 3:7), tetapi semata-mata oleh anugerah Kristus, dan karya Roh Kudus di dalam diri mereka yang menerimannya dengan iman (1 Petrus 3:21).
92.           Apakah sakramen itu?
Sakramen adalah suatu ketetapan kudus yang ditetapkan oleh Kristus, di mana melalui tanda-tanda yang kelihatan, Kristus dan berkat-berkat dari kovenan yang baru dilambangkan (1 Korintus 11:26), dimeteraikan, dan diaplikasikan kepada orang-orang percaya (Roma 4:11).
93.            Apa sajakah sakramen-sakramen perjanjian baru itu?
Sakramen-sakramen perjanjian baru adalah baptisan (Matius 28:19) dan perjamuan kudus (1 Korintus 11:23).
94.           Apakah baptisan itu?
Baptisan merupakan suatu sakramen yang di dalamnya pembasuhan dengan air di dalam nama Bapa, Anak dan Roh Kudus (Matius 28:19), menandakan dan memateraikan persatuan kita dengan Kristus, kita berbagian dalam berkat-berkat kovenan anugerah, dan ikrar kita untuk menjadi milik Tuhan (Galatia 3:27; Roma 6:4)
95.           Untuk Siapakah baptisan dilayankan?
Baptisan tidak dilayankan untuk siapapun yang berada di luar gereja yang kelihatan, sampai mereka menyatakan iman mereka kepada Kristus dan ketaatan kepada-Nya (Kisah Para Rasul 8:36-37), tetapi anak-anak anggota gereja yang kelihatan harus dibaptis (Kisah Para Rasul 2:39; Kejadian 17:10; Kolose 2:11-12; 1 Korintus 7:14)
96.           Apakah perjamuan Kudus itu?
Perjamuan kudus adalah suatu sakramen, di mana dengan member dan menerima roti dan anggur sesuai dengan ketetapan Kristus, kematian-Nya diberitakan (Lukas 22:19-20); dan orang-orang yang menerimanya dengan cara yang layak, bukan secara jasmaniah atau kedagingan, melainkan melalui iman, dijadikan berbagian di dalam tubuh dan darah-Nya, dengan semua berkat-berlat daro-Nya. Dengan demikian mereka mendapatkan makanan rohani dan bertumbuh dalam anugerah (1 Korisntus 10:16).
97.            Apakah yang dituntut untuk dapat menerima Perjamuan Kudus dengan cara yang layak?
Yang dituntut dari mereka yang akan berbagian dalam Perjamuan Kudus dengan cara yang layak adalah agar mereka menguji apakah mereka mengakui tubuh Kristus (1 Korisntus 11:28), apakah iman mereka berakar di dalam Dia (2 Korintus 13:5), apakah mereka memiliki pertobatan (1 Korintsu 11:31), kasih (1 Korintus 14:1), dan ketaatan yang baru (1 Korintus 5:8); supaya jangan sampai, dengan cara yang tidak layak, mereka makan dan minum untuk mendatangkan hukuman bagi diri mereka sendiri (1 Korintus 11:27).
98.            Apakah doa itu?
Doa adalah mempersembahkan kepada Allah keinginan-keinginan kita (Mazmur 62:9) akan hal-hal yang sesuai dengan kehendak-Nya (Roma 8:27), di dalam nama Kristus (Yohanes 16:23), serta mengakui dosa-dosa kita (Daniel 9:4), dan dengan penuh syukur mengakui segala belas kasihan-Nya (Filipi 4:6).
99.           Kaidah apakah yang telah Allah berikan untuk menuntun kita dalam doa?
Seluruh Firman Allah berguna untuk menuntun kita dalam doa (1 Yohanes 5:14); tetapi kaidah penuntun yang khusus adalah rumusan doa yang Kristus ajarkan kepada murid-murid-Nya, yang umumnya disebut Doa Bapa Kami (Matius 6:9).
100.       Apakah yang diajarkan oleh kalimat pembukaan dari Doa Bapa Kami?
Kalimat pembukaan dari Doa Bapa Kami (yaitu, Bapa kami yang di Sorga), mengajar kita untuk mendekatkan diri kepada Allah dengan segala penghormatan dan keberanian kudus (Efesus 3:12), bagaikan seorang anak yang datang kepada seorang ayah (Roma 8:15), yang sanggup dan siap untuk menolong kita (Efesus 3:20;Matius 7:11); dan bahwa kita harus berdoa bersama dan bagi sesama kita (Efesus 6:18).
101.         Apakah yang kita doakan dalam permohonan pertama?
Dalam permohonan pertama (yaitu, Dikuduskanlah nama-Mu), kita berdoa agar Allah memampukan kita dan sesama kita untuk memuliakan Dia dalam segala hal yang Ia pakai untuk menyatakan diri-Nya (Mazmur 67:2-4); agar Ia mengatur segala sesuatu bagi kemuliaan-Nya sendiri (Roma 11:36).
102.        Apakah yang kita doakan dalam permohonan kedua?
Dalam permohonan kedua (yaitu, Datanglah kerajaan-Mu), kita berdoa agar kerajaan iblis dihancurkan (Mazmur 68:2), agar kerajaan anugerah dapat dimajukan (Mazmur 72:11), agar diri kita maupun orang lain dibawa masuk dan dipelihara di dalamnya (2 Tesalonika 3:1), dan agar kerajaan kemuliaan dipercepat kedatangannya (Wahyu 22L20).
103.        Apakah yang kita doakan dalam permohonan ketiga?
Dalam permohonan ketiga (yaitu, Jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga), kita berdoa agar Allah oleh anugerah-Nya, menjadikan kita mampu dan rela untuk mengetahui, menaati (Filipi 2:13;Mazmur 119:18), dan tunduk kepada kehendak-Nya di dalam segala hal (Matius 26:42:Kisah Para Rasul 21:14; Ayub 1: 21), sebagaimana yang dilakukan oleh para malaikat sorga (Mazmur 103:20).
104.       Apakah yang kita doakan dalam permohonan keempat?
Dalam permohonan keempat (yaitu, berilah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya), kita berdoa agar dari anugerah Allah yang Cuma-Cuma kita dapat memperoleh suatu bagian yang secukupnya dari hal-hal yang baik dalam kehidupan ini (Amsal 30:8), dan menikmati berkat-berkat-Nya beserta semuanya itu (Mazmur 90:17).
105.        Apakah yang kita doakan dalam permohonan kelima?
Dalam permohonan kelima (yaitu, dan ampunila kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami), kita berdoa agar kiranya Allah, oleh karena Kristus, berkenan mengampuni segala dosa kita (Efesus 1:7; Kisah Para Rasul 2:38), kita lebih berani memohonkan hal ini karena oleh anugerah-Nya, kita dimampukan untuk dengan hati yang tulus mengampuni orang lain (Matius 6:14; 18:23-35).
106.       Apakah yang kita doakan dalam permohonan keenam?
Dalam permohonan keenam, (yaitu, Dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami daripada yang jahat), kita berdoa agar Allah menjaga kita agar tidak dicobai untuk berbuat dosa (Matius 26:41; Mazmur 19:13-14), atau menopang dan melepaskan kita ketika kita dicobai (Mazmur 51:12; 51:14)
107.        Apakah yang diajarkan oleh kalimat penutup Doa Bapa kami?
Kalimat penutup dalam Doa Bapa Kami (yaitu, Karena Engkaulah yang empunya kerajaan dan kuasa sampai selama-lamanya. Amin), mengajarkan kita untuk mendapatkan keberanian untuk berdoa hanya dari Allah (Daniel 9:18-19), dan agar di dalam doa-doa kita, kita memuji Dia, mengakui bahwa kerajaan, kuasa, dan kemuliaan adalah milik-Nya (1 Tawarikh 29:11; 29:13), dan dalam kesaksian tentang kerinduan serta keyakinan kita untuk didengarkan, maka kita mengatakan, Amin (Wahyu 22:20).



Selasa, 06 Mei 2014

Refleksi

Siapa  diri kita ditentukan oleh pilihan masing-masing. 


dalam kesendirian seperti ini kita menentukan siapa diri kita...

apakah kita mau menjadi seseorang yang selalu hanya merenung sendiri tanpa membutuhkan orang lain..


atau ini kah kita.. ketika kita dalam kesendirian kita lebih memilih seseorang sebagai tempat kita mengadu..

itulah sekilas dengan diri kita sendiri...
nah, ini ada sesuatu lagi yang tidak kalah penting di dalam diri kita...

suatu ketika ada seseorang yang berkata "Balas dendam yang terbaik itu adalah menunjukkan bahwa penilaian orang lain tentang kita itu salah".

bagaimana menurut para pembaca????
apakah anda setuju dengan satu perkataan terakhir ini???? apakah anda setuju dengan kata.... balas dendam yang terbaik adalah menunjukkan bahwa penilaian orang kepada kita itu salah???

Jumat, 04 April 2014

Who am I lirik

Who am I, that the Lord of all the earth
Would care to know my name
Would care to feel my hurt
Who am I, that the Bright and Morning Star
Would choose to light the way
For my ever wandering heart

Not because of who I am
But because of what You've done
Not because of what I've done
But because of who You are

I am a flower quickly fading
Here today and gone tomorrow
A wave tossed in the ocean
Vapor in the wind
Still You hear me when I'm calling
Lord, You catch me when I'm falling
And You've told me who I am
I am Yours, I am Yours

Who am I, that the eyes that see my sin
Would look on me with love and watch me rise again
Who am I, that the voice that calmed the sea
Would call out through the rain
And calm the storm in me

Not because of who I am
But because of what You've done
Not because of what I've done
But because of who You are

I am a flower quickly fading
Here today and gone tomorrow
A wave tossed in the ocean
Vapor in the wind
Still You hear me when I'm calling
Lord, You catch me when I'm falling
And You've told me who I am
I am Yours

I am Yours
Whom shall I fear
Whom shall I fear
'Cause I am Yours
I am Yours


pastoral konseling

Pastoral konseling

I.            Pengantar Pelayanan Konseling Kristen Yang Efektif oleh: Gery R. Collins

Konseling Kristen merupakan alat yang dipakai  untuk menolong setiap orang yang menghadapi persoalan dan menolong setiap orang untuk mengetahui apa yang menimbulkan persoalan yang  sedang terjadi. Konseling Kristen juga menolong setiap orang untuk mengekspresikan perasaannya dan juga menolong setiap orang untuk menyadaria akan dosa yang dilakukan dalam hidupnya dan menolong dia untuk menyelesaikan dosa itu di hadapan Tuhan. Konseling Kristen ini juga berguna untuk menolong setiap orang untuk mendengarkan nasihat dari konselor yang dianggap mampu untuk menolong seseorang untuk memecahkan masalah yang sedang dihadapinya.
Konseling Kristen memiliki keunikan, yaitu di mana konseling Kristen membawa pada pengenalan akan Allah sang Pencipta semuanya teermasuk kebebasan, konseling Kristen juga membawa pada pengenalan akan Tuhan sebagai Juruselamat dan Penebus manusia dari dosa atau kegelapan, dan konseling Kristen memberikan penguatan pada konsele bukan hanya mendoakan mereka tetapi juga memperhatikan kerohanian para konselenya.
Seorang konselor Kristen harus menghindari beberapa hal yang sangat rentan dalam konseling yaitu di mana konselor harus menghindari menitikberatkan informasi satu pihak, konselor juga harus menghindari mengambil kesimpulan tergesa-gesa, dan konselor juga menghindari akrab dengan lawan jenis. Hal ini harus benar-benar diperhatikan oleh konselor karena hal ini bisa berakibat fatal bagi konsele dan hal ini tidak menghasilkan konseling Kristen yang efektif.
Ada kelemahan-kelemahan yang sering kita jumpai dalam konseling-konseling Kristen di mana konselor kristen lebih menekankan pada hal-hal spiritual. Konselor juga jarang berdoa bersama dengan konsele dan memberikan nasihat-nasihat berdasarkan kebenaran Alkitabiah. Tetapi konselor kristen kebanyakan menekankan konselenya membaca Alkitab, berdoa itulah hal yang terutama dalam konseling Kristen. Hal ini menjadi suatu keprihatinan dalam konseling Kristen. saya sebagai pembaca memperhatikan bahwa dalam konseling Kristen itu bukan hanya kata-kata atau perintah kita yang dalam bentuk spirual bagi mere tetapi kita harus memberitahukan yang sebenarnya kepada konsele. Karena jika kita tidak memberitahukan kebenaran Alkitab kepada mereka dan berdoa bersama dengan mereka itu akan seolah-olah mereka datang kepada orang yang mereka percayai untuk mebuang-buang waktu karena mereka tidak mendapatkan solusi dan tidak mendapatkan kebenaran. Saya setuju dengan apa yang dituliskan dalam buku ini.
Melalui buku ini saya bisa melihat dan saya juga setuju dengan yang dituliskan tersebut. Di mana dalam buku ini menuliskan bagaimana konseling Kristen yang efektif. Dimana konseling Kristen itu berdasarkan kebenaran Firman Tuhan. Konseling sering kali terjebak ke dalam nasihat atau anjuran konselor kepada konselenya sehingga seringkali konselenya kurang puas dan tidak mendapatkan solusi yang tepat yang dapat menguatkan konsele tersebut.
Seorang konselor seringkali hanya menganjurkan konselenya untuk melakukan ini dan itu tetapi konselor tidak memberi contoh dan solusi yang tepat. Terkadang konsele membutuhkan nasihat yang real, bersama dengan konselor melakukan doa bersama dan perenungan Firman Tuhan bersama. Tetapi hal tersebut tidak didapatkan oleh konsele karena konselor hanya mengatakan berdoalah, serahkan beban atau masalah yang dihadapi kepada Tuhan dan renungkan Firman Tuhan. Tetapi konselor tidak mengajak melakukan hal tersebut bersama-sama. setelah dikatakan hal tersebut, konsele disuruh kembali. Hal ini yang membuat konselenya kurang puas.
Buku ini, menurut saya adalah suatu buku yang sangat penting untuk setiap orang. Karena buku ini sangat praktis untuk dipahami dan dilakukan oleh siapapun. Buku ini juga mudah dimengerti oleh siapapun juga. buku konseling ini  buku yang mengajarkan pembaca tetap berfokus dan mengandalkan Tuhan ketika melakukan konseling. Dalam buku ini juga menuliskan beberapa tentang masalah yang sering dihadapi konselor dalam kehidupan konselenya dan juga dalam buku ini dituliskan hal-hal yang penting untuk mengahadapi konselenya.
Saya merekomendasi buku ini untuk dibaca oleh para hamba Tuhan, pendeta, guru-guru, dan juga yang lainnya yang memiliki kerinduan untuk menjadi seorang konselor. Buku ini tidak bertele-tele untuk menjelaskan tentang konseling Kristen yang efektif itu. Konseling Kristen itu memang sehaarusnya tidak hanya menekankan spitual tetapi tindakan yang nyata atau konkret.

II.         Pengantar Konseling Alkitabiah oleh: John F.

Pengantar konseling alkitabiah dituliskan bagi seluruh umat Allah tanpa terkecuali. John F. Menuliskan bukunya tentang pengantar konseling Alkitabiah yang dituliskan dalam empat bagian besar yaitu pertama, latar belakang historis konseling Alkitabiah, di mana dalam bagian ini penulis menjelaskan tentang bagaimana sebenarnya konseling sesuai dengan Alkitab. Di mana konseling yang Alkitabiah tersebut telah hilang sebelumnya dan melalui buku ini penulis berharap hal tersebut bisa ditemukan kembali oleh setiap konselor. Dalam bab ini juga menuliskan tentang bagaimana pada zaman kaum puritas dan pada abad keduapuluh konseling itu dilakukan oleh konselor.
Melalui bab ini, pembaca bisa mengetahui bahwa konseling itu biasanya ditemukan di dalam gereja dan hal ini sebagai kegiatan alami dalam kehidupan spiritual bersama. Bagaimana pun juga hal ini telah dialami dan dilakukan oleh para rasul. Di mana para rasul juga melakukan konseling ketika mereka melakukan setiap pelayanan mereka. Karena ada orang-orang atau jemaat-jemaat yang mereka layani yang memang membutuhkan konseling. Semua yang dilakukan oleh apara rasul telah dituliskan dalam Alkitab sehingga para konselor pada masa sekarang ini bisa belajar dari hal tersebut.
Saya setuju dengan apa yang dikatakan dalam buku ini, di mana seperti yang dikatana dalam komitmen puritan, yang mengatakan bahwa Alkitab adalah pusat pemikiran. Yang terpenting adalah gerakan Alkitab. Melalui hal ini dapat kita lihat bahwa alkitab merupakan yang terunggul dalam segala hal termasuk dalam praktek konseling. Melalui hal inilah dapat diketahui bahwa yang terutama dalam konseling adalah kebenaran Alkitab.
Konseling kaum puritan difokuskan kepada dosa. Dimana segala sesuatu terjadi dalam hidup setiap orang itu dikarenakan dosa. Setiap masalah yang terjadi karena dosa. Saya tidak setuju dengan hal ini dimana menurut saya, masalah terjadi dalam kehidupan setiap orang bukan hanya diakibatkan dosa tetapi ada hal lain selain dosa. Contohnya, jika seseorang mengalami sakit, apakah hal itu karena dosa. Itu adalah suatu masalah yang terjadi dalam hidup manusia. Seperti yang tejadi pada Ayub, di mana Ayub menderita, tetapi penderitaan yang dia alami itu bukan karena dosanya.
Kedua, dasar-dasar teologis konseling Alkitabiah. Dalam bagian ini membahas tentang hal-hal yang mendasari konseling dan yang menjadi dasar utama konseling adalah Alkitab atau Firman Tuhan. Konseling yang Alkitabiah melibatkan Roh Kudus dalam konselingnya. Di mana Roh Kudus juga memimpin konseling Kristen sehingga konselor dapat memberikan nasihat dan kebenaran sesuai dengan Firman Tuhan. Konseling yang Alkitabiah hanya berfokus kepada Allah. saya setuju dengan apa yang dikatakan dalam bagian ini di mana seorang konselor tidak dapat melakukan konseling dengan mengandalkan kemampuannya sendiri tanpa berpokus kepada Allah dan pertolongan dari Roh Kudus.
Ketiga, proses konseling Alkitabiah. Dalam bagian ini menuliskan bagaimana seorang konselor menjalin hubungan yang baik dengan konselenya. Tetapi hubungan tersebut merupakan hubungan yang bermanfaat yang bisa menolong konsele untuk menghadapi masalah yang sedang dihadapinya. Seorang konselor menolong konselenya untuk memberikan harapan bahwa dibalik masalah yang sedang dihadapinya tersebut ada harapan yang lebih baik. Proses ini juga membantu konsele untuk mengumpulkan data yang mengakibatkan masalah itu terjadi sehingga masalah tersebut dapat ditafsirkan oleh konselor. Melalui data yang dikumpulkan konselor dapat mengetahul apa masalah yang dihadapi oleh konselenya.
Bagian terakhir, praktik konseling Alkitabiah. Dalam bagian terakhir ini menjelaskan mengenai bagaimana seorang konselor dapat mempraktikkan konseling secara Alkitabiah dan dengan tepat bagi orang-orang yang membutuhkannya. Dan bukan hanya sekedar dipraktikkan tetapi dipahami dan dapat dihidupi. Dalam bagian terakhir ini menjelaskan setiap konselor mampu memberikan pertolongan kepada konsele yang membutuhkan pertolongan dan nasihat serta kebenaran yang alkitabiah.
Buku ini sangatpenting untuk dipelajari oleh orang-orang yang terpanggil menjadi konselor. Karena buku ini merupakan buku yang bagus untuk menjadi pelajaran bagi setiap orang, baik kaum awam, pendeta, pengajar, dan setiap orang yang ingin mengetahui tentang konseling Kristen yang benar. Melalui buku ini saya mendapatkan banyak hal-hal yang baru di mana melalui buku ini juga menuliskan semua cara untuk mengkonseling orang lain itu telah dilakukan oleh Yesus Kristus, para rasul, dan yang lain yang telah dituliskan dalam Alkitab. Hal yang paling penting dalam konseling adalah kebenaran yang alkitabiah dan juga Firman Tuhan serta tindakan yang nyata dari konselor untuk menolong konselinya. Bukan hanya perkataan saja tetapi tindakan. Salah satu contohnya perenungan Firman Tuhan bersama konselenya bukan hanya menganjurkan konselenya untuk merenungkan Firman Tuhan yang dapat menguatkan konselenya. Serta juga konselor mampu mengajar konselenya untuk berdoa secara langsung bukan hanya menasihati mereka untuk tetap berdoa.
Kedua buku di atas merupakan buku yang sangat bagus menjadi panduan untuk konselor. Saya sebagai pembaca mengkritisi buku ini merupakan buku yang bagus yang dapat menolong setiap pribadi baik konsele maupun konselor. Bukan hanya konselor yang dapat membaca buku ini. Kensele juga bisa karena buku ini tidak hanya untuk konselor. Karena ketika konsele membaca buku ini, mereka juga mengerti akan apa yang dirasakannya. Jadi oleh karena saya telah membaca buku ini, saya merekomendasikan buku ini untuk dibaca oleh siapapun juga terutama oleh pada konselor kristen, guru-guru, hamba-hamba Tuhan, dan juga para gembala-gembala.

Siapapun dilatih untuk melakukan konseling yang efektif. Dan hal yang terpenting dalam konseling itu adalah Firman Tuhan. Dan dalam konseling itu Roh Kudus berperan penting dimana Roh Kudus yang menolong setiap orang yang mengkonseling (konselor) maupun orang yang dikonseling (kensele). Roh Kudus memberikan pertolongan kepada setiap orang dan konseling Kristen yang efektif itu tetap berpusat kepada Allah yang menjadi pencipta, pemberi kebebasan dan Tuhan Yesus Kristus yang menjadi tuhan dan Juruselamat manusia.

ISU-ISU PASTORAL MASA KINI

ISU-ISU PASTORAL MASA KINI

I.         You lost Me: Mengapa Orang Kristen Muda Meninggalkan Gereja Oleh David Kinnaman dan Aly Hawkins (264 halaman)
Dewasa ini di dalam buku you lost me menggambarkan perjalanan anak-anak muda dan dewasa muda. Di mana pada anak muda kebanyakan merasa terpisah dari gereja dan bahkan dari kekristenan. Banyak anak muda yang tumbuh besar di gereja dan waktu mereka terpisah dari komunitas Kristen, tidak ragu untuk menyalahkan komunitas di mana dulu mereka berada. Banyak anak muda merasa bahwa mereka tidak meninggalkan gereja tetapi gereja yang meninggalkan mereka.
Orang Kristen muda atau dewasa muda berpikir mereka adalah orang Kristen yang menyakitkan, terus terang, dan sepertinya menghujat Tuhan, yang telah meninggalkan iman mereka bahkan meninggalkan gereja. You lost me adalah tentang persepsi mereka tentang gereja, Kekristenan dan budaya di dalamnya ada kepedulian, harapan, imajinasi, frustasi dan kekecewaan yang mereka alami. You lost me menjelaskan konteks budaya generasi yang akan datang dan membantu mereka bagaimana bisa mengikut Yesus dan membantu orang muda tetap setia mengikut Yesus di tengah dunia dan budaya yang terus berubah ini.
Dewasa ini, jutaan orang Kristen muda atau dewasa muda tidak lagi terlibat aktif di gereja, sebagian tidak pernah kembali ke gereja, sementara sebagian lagi hidup tidak jelas walaupun meeka hidup dalam komunitas Kristen. orang-orang muda memutuskan hubugan dengan gereja karena beberapa hal, yaitu:
1.      Over protektif di mana gereja dianggap pembunuh kreativitas sehingga mengatakan bahwa terlibat dalam gereja adalah sebuah kutukan.
2.      Dangkal di mana orang-orang Kristen muda atau dewasa muda memiliki pemahaman mereka tentang gereja yang mengatakan bahwa gereja itu membosankan.
3.      Anti ilmu pengetahuan di mana gereja mengatakan iman dan ilmu pengetahuan tidak bisa bekerja sama.
4.      Represit di mana gereja membatasi  cara pikir individualis orang-orang Kristen muda atau dewasa muda.
5.      Eksklusif di mana orang-orang Kristen muda atau dewasa muda dibentuk oleh budaya yang menghargai keterbukaan, toleransi, dan penerimaan.
6.      Sempurna di mana orang Kristen muda atau dewasa muda mengatakan gereja bukanlah tempat di mana mereka bisa mengutarakan keraguan meeka.
Beberapa kritikan orang-orang Kristen muda atau dewasa muda terhadap gereja dimana dikatakan bahwa orang Kristen menganggap semua yang ada di luar gereja sesat dan orang Kristen takut dengan budaya pop, terutama film dan musik. Orang Kristen juga membuat perbedaan yang salah tentang yang kudus dan yang sekuler. Orang Kristen tidak mau berurusan dengan kompleksitas atau realitas dunia.

II.      Biblical Church Growth: Bagaimana Anda Dapat Bekerja Dengan Allah Untuk Membangun Gereja Yang Setia Oleh Gary L. McIntosh (189 halaman)
Dalam gereja-gereja yang ada kita bisa melihat diluar tampak sama. hampir semua gereja memiliki ibadah-ibadah penyembahan, program-program untuk semua usia, gedung-gedung pertemuan dan persamaan-persamaan lainnya. Beberapa gereja memancarkan gairah yang memberi kehidupan sementara yang lain bergumul dalam pencarian arah. Beberapa gereja mengalami pertumbuhan gereja yang alkitabiah, sedangkan yang lain tidak. Mengapa bisa demikian? Hal itulah yang akan di bahas dalam buku ini.
Biblical church growth menyelidiki prinsip-prinsip alkitabiah yang tidak berubah mengenai pertumbuhan gereja dan menerapkan prinsip-prinsip itu pada budaya masa kini.Gary McIntosh mendefenisikan pertumbuhan gereja sebagai penginjilan yang efektif, bukan sebuah metodologi untuk meningkatkan jumlah anggota. Ia mengemukakan sembilan prinsip dasar yang memberikan landasan kekekalan yang akan membantu gereja manapun, besar maupun kecil, mencapai pertumbuhan dan vitalitas yang bertahan lama.
Faktor-faktor rohani memiliki peran penting dalam dalam pertumbuhan gereja. Dalam perjalanan menuju kegereja-gereja yang sedang mengalami pertmbuhan gerea secara alkitabiah, akan merasakan sebuah kegairahan rohani yang meluap-luap untuk mencari orang yang terhilang dan melibatkan para pendatang baru. Gereja yang bertumbuh selalu menunjukkan bukti akan adanya keinginan untuk memenuhi amanat Agung, sementara gereja mundur menunjukkan komitmen yang terbatas terhadap perintah-perintah Kristus. Belajar mengenai prinsip-prinsip perumbuhan gereja, semakin menyadarkan akan beberapa persoalan praktis yang tidak pernah dipikirkan sebelumnya. Menurut pendapat banyak orang, daerah perindustrian bukanlah tempat yang tepat untuk sebuah gereja.
Dinamika sosial mempengaruhi pertumbuhan gereja. Suatu gereja yang tertutup dikarenakan bukan terletak pada amanat agung tetapi pada keinginan untuk melindungi diri sendiri dari kerugian-kerugian selanjutnya. Dua pemisahan yang dialami di dalam gereja mengakibatkan keretakan dalam hubungan persahabatan. Luka-luka yang diakibatkan dari dua peristiwa yang tidak menguntungkan menyebabkan para pemimpin berorientasi ke dalam, menahan keinginan untuk mulai pelayanan baru, dan menlak membangun persahabatan dengan orang yang baru. Hasilnya adalah gereja yang tertutup, yang kelihatannya ramah dipermukaan tetapi terjadi penolakan untuk membangun persahabatan yang sejati. Jemaat tidak mau kerja sama dengan Allah dalam pertumbuhan gereja, meskipun Allah telah memberikan pertumbuhan kepada gereja lain dalam komunitas, dan jemaat tidak mau mengambil langkah yang dibutuhkan untuk memahami apa yang telah dilakukan Allah. Meskipun jemaat secara lisan mengatakan “ya” untukpertumbuhan gerejanya, tetapi anggota-anggotanya tidak mau membayar harga dengan membuka hubungan pertemanan dengan pendatang-pendatang baru. Ini merupakan tindakan ketidak sabaran yang kekanak-kanakan, tetapi pada akhirnya juga meninggalkan gereja.
Prinsip-prinsip pertumbuhan gereja, teologi dan teori, yang dimengerti dengan benar, memberi jawaban Alkitabiah tentang bagaimana menumbuhkan gereja yang setia. Di mana kata kuncinya adalah dimengerti dengan benar. Dari awalnya ide mengenai pertumbuhan gereja telah ditaruh  dibawah sebuah mikroskop. Pengajaran mengenai pertumbuhan gereja mendapat pengakuan sebagai sebuah disiplin yang serius dalam membantu gereja untuk mencapai efektivitas yang terbesar dalam hal pemuridan. Para gembala sidang, pekerja-pekerja dalam denominasi, dan kaum awam mulai mengerti bahwa perumbuhan gereja bukanlah permainan angka seperti yang awal yang mereka pikirkan tetapi merupakan proses yang bertujuan untuk memenangkan jiwa untuk Kristus, menerima mereka dalam gereja, dan memperlengkapi mereka untuk pelayanan.
Pertumbuhan gereja yang alkitabiah merupakan hati dan kerinduan Allah yang memberi hidup. Allah mengutus AnakNya menjadi Juruselamat yang memberi hidup dan yang berkuasa melalui Roh Kudus untuk membawa injil keselamatan sampai ke ujung bumi.pertumbuhan gereja adalah ketaatan yang setia kepada Allah yang dimulai dengan penerimaan FirmanNya dan pemberitaan FirmanNya kepada orang-orang yang belum mendengar injil.